[language-switcher]

Idul Adha 2015

By Dhar Cedhar

Bagi saya mengabadikan perayaan Idul Adha lewat sketsa seakan seperti kegiatan wajib setiap tahunnya. Walau tema dan obyeknya selalu sama dari tahun ke tahun, tetapi atmosfirnya selalu beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondisi lokasi, masyarakatnya, jenis dan ukuran binatang, cara penyembelihan hewan qurban serta cuaca.

‘Liputan’ tahun ini saya mulai dari pedagang binatang qurban yang mangkal di area pemakaman umum Tanah Kusir, hari berikutnya saat sholat Idul Adha di Kompleks Marinir Cilandak, dilanjutkan ke Masjid Jami; Al-Maghfiroh Jl.TB Simatupang/Jeruk Purut Jakarta Selatan.

Sebelum ke Masjid Al-Maghfiroh, saya berkeinginan menskets suasana di sebuah masjid di kompleks marinir Cilandak. Dua orang provos berjaga di pintu masuk. Rupanya khalayak tidak diperbolehkan memasuki area penyembelihan, hanya panitia dan mereka yang berkepentingan saja yang diperbolehkan masuk. Saya dan seorang photographer meminta izin agar diperkenankan masuk untuk membuat sketsa dan foto. Seorang provos mencoba konfirmasi kepada panitia, hasilnya kami tidak dizinkan masuk dengan alasan yang tidak jelas dan hanya diperbolehkan mensketsa dari kejauhan saja. Saya maklum, mungkin ini memang satu aturan kaku yang diberlakukan atau memang mereka awam akan keberadaan seni sketsa, terlebih di lingkungan terbatas berbasis militer. 

Saya seringkali kena tegur oleh keamanan setempat saat mensketsa di area publik, seperti mall-meski saya mensketsanya di luar mall, di bandara, area perumahan dll. Meski sudah saya jelaskan tujuan saya, tetapi seringkali mereka (satpam) menolak dan baru diizinkan bila saya sudah mendapatkan surat izin dari pihak berwenang….

Berikut ‘liputannya’…

Media: School G (Taichikawa fountain pen #F) on Canson sketchbook size A4 & Moleskin A5

Lokasi pemakaman umum Tanah Kusir yang dijadikan tempat berdagang hewan qurban. Terpaksa dilakukan karena semakin langkanya lahan kosong di Jakarta dan semakin diberlakukannya aturan yang ketat bahwa dilarang berniaga di lahan hijau, area publik serta trotoar. Mungkin di tempat semacam ini juga masuk dalam kategori larangan…
Saat khotib menyampaikan khotbahnya. Bagi sebagian warga ibadah sholat ied kali ini menarik dan langka

karena imam dan khotibnya seorang selebritis sekaligus politisi ternama; DR KH Rhoma Irama,

 meski isi khotbah yang disampaikan bersifat umum alias standar…

Prosesi penyembelihan hewan qurban I

Adegan ketiga dan terakhir merupakan pemandangan horor yang sebaiknya tidak dilihat oleh anak-anak,

tetapi kenyataannya banyak yang melihatnya dan mereka terkesan bisa saja. Beberapa kasus, ada anak yang mengigau

 saat tidur setelah mereka melihat acara ini…

Prosesi penyembelihan hewan qurban II

Karena tempat yang sempit, saya berbaur dengan para “penjagal’ dan hampir terhimpit bila tidak cepat menghindar…

Binatang ini digulingkan dengan posisi kepala, hidung dan keempat kakinya terikat

sementara posisi leher terbuka dan siap dijagal…

Prosesi penyembelihan hewan qurban III
Ditengah keramaian seperti ini, saya mendapatkan begitu banyak karakter wajah yang kuat serta gesture yang beraneka macam, kesemuanya polos tanpa dibuat-buat…
Prosesi penyembelihan hewan qurban IV
Dokumen foto saat ‘peliputan’…
Share

Recent Posts

Open call for the USk Reportage Grant Program 2026

Visual historians: the power of reportage sketching Sketching has a unique way...

Read More

Drawing Attention March 2026

  Remember to select FULL SCREEN. To read Drawing Attention as a...

Read More

USk Workshop – Wonkiness that works: four keys to fearless drawing

USK Workshop – August 7-9 2026 (Oslo, Norway) About the workshop: Get...

Read More

Call for Urban Sketchers Communications Director (Volunteer Position)

Are you an Urban Sketcher with experience in communications and a desire...

Read More